Manusia dan Arti Eksistensinya

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
١. وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِ
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun
٢. وَطُوْرِ سِيْنِيْنَ
Dan demi bukit Sinai
٣.وَهٰذَاالْبَلَدِالْأَمِيْنِ
Dan demi kota (Mekah) ini yang aman
٤. لَقَدْخَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِى اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍِ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (sempurna)
٥. ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَ
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)


٦. إِلاَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُمَمْنُوْنِ
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya
٧. فَمَايُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِ
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (akan adanya hari) pembalasan sesudah (datangnya keterangan-keterangan itu?
٨. اَلَيْسَ اللهُ بِأَحْكَمِ الْحَكِمِيْنَ
Bukankah Allah adalah Hakim yang Maha Adil?



Kandungan surat At-Tiin:
1. Menerangkan kedudukan manusia dan;
2. Keadilan Allah SWT.

Manusia adalah makhluk yang misterius, unik dan potensial sehingga layak sanggup menerima proses istikhalaf.

Al-Qur’an mengkatakogorikan manusia sebagai “manusia” selama ia mendayagunakan akalnya, diluar itu ia tidaklah lebih dari sesosok makhluk hidup berakal bahkan digolongkan sebagai binatang (hayawan al-natiq)

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (al-A’raf:179)

Sebutan Allah SWT kepada manusia di dalam Al-Qur’an: al-Insan, al-Basyar, al-Naas, Bani Adam.




Download Handout Meteri klik disini.


Popular posts from this blog

Wali Allah di Kabupaten Banyumas

PERKEMBANGAN SEJARAH IMAN UMAT MANUSIA